Menilai Kategori Slide Presentasi

Pernah bingung bagaimana membuat slide presentasi yang keren? Saya yakin pertanyaan seperti ini selalu muncul dalam benak siapa pun yang tiba-tiba diminta untuk presentasi sesuatu. Saya masih ingat jaman kuliah S1 dulu bilamana ada tugas dosen yang mengharuskan presentasi, saya merasa tertantang untuk menampilkan materi yang baik dengan menggunakan beragam referensi baik buku, majalah, artikel, dll.

Apa cukup dengan sebatas kajian beragam sumber itu? Terus terang kalau saya tidak merasa cukup baik kalau tidak didesain sedemikian rupa sehingga setiap halaman slide yang saya buat dapat menunjang materi yang akan disampaikan. Maklum, saya pun hobi belajar desain grafis dan multimedia secara otodidak. Pokoknya, kalau engga terlihat keren, itu engga gw banget dah…!! Begitulah prinsip saya jaman dulu. Namanya mahasiswa memang ujung-ujungnya berharap dapet nilai yang bagus dengan pujian. Namun kali ini saya tidak membahas bagaimana teknis pembuatan slide yang menarik itu.

Beberapa hari yang lalu saya tertarik membeli buku mengenai teknis presentasi. Ada suatu bahasan yang mempertanyakan apakah slide yang kita buat itu betul slide yang profesional atau hanya sekedar dokumen atau teleprompter?! sebuah istilah yang baru bagi saya menemukan istilah teleprompter! Apa pula itu?!

Setelah saya cari via mbah gugel, ternyata teleprompter itu alat bantu baca yang biasa digunakan oleh pembawa berita televisi. Alatnya nyatu dengan kamera video. Jadi, si pembawa berita tinggal membacanya dengan teknik membaca ala pembawa berita tanpa mengalihkan pandangannya dari kamera itu sendiri. Kalo jaman dulu mereka menggunakan lembaran kertas yang biasa mereka tempatkan di depan mereka. Nah, dengan perkembangan teknologi, akhirnya dibuatlah teleprompter. Alatnya seperti ini:

teleprompter-rail-all-cameras_mfbp-98

Nah, keliatan kan bagaimana tampilan halaman yang tersaji di teleprompter. Hanya berupa kalimat saja dengan tulisan besar agar mudah dibaca. Terkadang kita pun menyaksikan presenter yang menyajikan slide presentasinya seperti itu, bukan?

SLIDE DOKUMEN

Kemudian slide yang seperti apa yang dikategorikan dokumen? Berdasarkan referensi yang saya simak, ternyata slide-nya yang berisi teks panjang, berparagraf, kalau perlu dibuat sedetil mungkin. Biasanya sih yang seperti copy paste dari file word office ke halaman slide presentasi yang umumnya menggunakan Microsoft PowerPoint. Umumnya teknik seperti ini dilakukan orang yang tidak terlalu paham bahkan tidak paham mengenai teknis dan seni menyajikan slide materi presentasi. Contohnya seperti ini:

kepemimpinan-ppt-materi-pmr-5-638

 

Pada tampilan slide itu akan otomatis mengharuskan audien mengalihkan pandangannya dari presenter ke slide presentasi sekaligus memaksa mereka untuk membacanya dengan detil. Pandangan mereka pada anda sebagai presenter akan terabaikan hingga mereka selesai membaca dan mengkaji setiap kalimat dalam halaman slide yang anda tampilkan tersebut hingga selesai.

SLIDE TELEPROMPTER

Kemudian slide yang dikategorikan sebagai slide teleprompter pun memiliki tampilan yang biasanya digunakan para pendidik (termasuk saya) seperti berikut:

pelatihan-professional-development-and-leadership-for-secretaries-bagi-karyawan-petrochina-intl-companies-jakarta-di-hotel-sensa-bandung-21-23-oktober-2015-8-638

SLIDE PRESENTASI

Jadi slide yang seperti bagaimana yang dikategorikan sebagai slide presentasi seharusnya?  ternyata yang contohnya seperti ini:

Dapat anda bandingkan sendiri bagaimana kemenarikannya, bukan? Namun dengan catatan bahwa menarik saja tidak cukup bilamana pesan (message) yang akan anda  sampaikan tidak sampai atau menimbulkan ambiguitas dalam benak audien. Prinsipnya sederhana tapi powerfull. Anda pun dapat mempelajari lebih lanjut melalui buku “slide:ology” Nancy Duarte, seorang konsultan komunikasi. Silahkan klik saja link-nya pada judul tersebut.

Jadi salahkah bila kebiasaan membuat slide tipe dokumen atau teleprompter? saya pribadi sih mengembalikan jawaban tersebut pada anda pribadi. Bukan tugas saya menilai hasil karya anda. Silahkan dinilai sendiri saja ya.

Ah tapi mas, saya sih suka dengan gaya dokumen dan teleprompter. Ya, itu sih sah-sah saja. Toh, anda yang memiliki kuasa untuk menentukannya sesuai kebutuhan. Namun bilamana ingin meningkatkan kualitas presentasi anda dan ingin tampil presentasi dengan dukungan slide presentasi yang profesional, coba lah untuk berkiblat pada jenis slide presentasi yang memang profesional. Akan sangat mendukung juga bila anda coba mempelajari visual design baik konsep maupun teknis implementasinya menggunakan software desain grafis. Bila anda tidak terlalu tertarik mempelajari software olah grafis, anda dapat memaksimalkan fitur-fitur yang diberikan oleh Microsoft Office. Semakin update seri Microsoft Office yang anda gunakan, biasanya fiturnya semakin kaya. Saya pun sering kali memanfaatkan betul fitur olah grafis hanya dari Word dan PowerPoint.

 

 

Referensi:

Duarte, N. (2016, November 12). Slide:ology . Retrieved from Duarte: http://www.duarte.com/book/slideology/

Noer, M. (2016, November 12). membuat-slide-presentasi-dengan-pendekatan-desain. Retrieved from PRESENTASI.NET: http://www.presentasi.net/membuat-slide-presentasi-dengan-pendekatan-desain/

Tirta, D. (2016). Menciptakan Presentasi Mengagumkan dengan Microsoft PowerPoint Anda. Sidoarjo: Media Cerdas.

 

Advertisements

One thought on “Menilai Kategori Slide Presentasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s