What is Management

Management-Word-Cloud-672x372.jpg

Sebagai bidang keilmuan yang saya pilih secara formal untuk dipelajari dengan serius, manajemen sebagai bagian dari ilmu sosial ini sangat menarik untuk dipelajari. Manajemen bukanlah sesuatu yang asing di telinga kita. Namun tidak sedikit  orang yang paham mengenai anajemen itu sendiri. Oleh karenanya, saya ingin sedikit berbagi pemikiran mengenai manajemen ini.

Definisi

Untuk memahami apa itu manajemen ada baiknya kita paham betul apa dan bagaimana manajemen itu dalam bentuk definisi. Sekian banyak ahli ekonomi memiliki pendapat. Sekian banyak juga definisi-definisi tersebut dijejalkan ke dalam benak saya oleh dosen-dosen saya dulu. Apakah saya masih hapal semua itu? sejujurnya saya jawab “ya” dan”tidak”. Sebuah jawaban yang sangat aneh memang. Namun dalam proses pemahaman saya terus mengenali berbagai bentuk definisi-definisi, pada akhirnya saya harus menemukan definisi yang sangat cocok bagi saya pribadi berdasarkan proses pembelajaran dan kegiatan-kegiatan manajemen yang saya alami. Satu kalimat definisi yang saya terus pegang mengenai manajemen ini yaitu:

management is art and science to make things done through people.

Bagi saya pribadi, kalimat ini merupakan kalimat yang paling sederhana dan sangat mudah diingat namun mencakup inti sari yang mampu menggambarkan apa itu manajemen. Melalui definisi manajemen tersebut, terdapat beberapa hal pokok yang wajib ada dalam manajemen yaitu:

  1. Tujuan,
  2. Orang-orang,
  3. Ilmu, dan
  4. Seni.

Saya beranggapan bahwa urutan tersebut memang harus seperti itu berdasarkan skala prioritas dari setiap poin tersebut.

Tujuan

Tanpa memiliki tujuan, seorang manajer akan tidak memiliki arah akan melakukan apa dia, dan orang-orang di sekitarnya pun tidak akan mau mengikutinya. Berbicara mengenai tujuan, dapat pula saya bagi menjadi 2 hal lainnya yang akan mengikutinya, yaitu: tujuan harus terarah dan terukur. Saat tujuan tersebut dapat diarahkan dan diukur, di sini lah peranan ilmu (science) berperan penting. Ilmu tersebut harus mampu terus memberikan gambaran dan kontrol akan status tujuannya saat ini sudah sampai progres berapa persen dari total 100%. Saat diarahkan dan diukur, pembagian skala prioritas memiliki peranan penting dalam membangun tujuan tersebut. Skala prioritas tersebut akan otomatis dibagi menjadi skala prioritas berdasarkan:

  1. Waktu (jangka pendek, menengah, dan panjang),
  2. Sumber daya yang dimiliki, dan
  3. Urutan hal-hal yang harus dilakukan.

Orang-Orang

Orang-orang (people) memiliki peranan tersendiri terhadap tercapainya tujuan yang dimiliki seseorang. Setiap orang di sekitarnya seseungguhnya memiliki potensi tersendiri yang jika diminta, dimotivasi, digerakkan, dan diarahkan akan memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan. Dalam proses meminta, memotivasi, menggerakkan, dan mengarahkan, perpaduan antara ilmu dan seni akan sangat berpengaruh. human-anatomy-visualization-kidneys-d-semi-transparent-male-body-isolated-black-51926077.jpg

Tidak hanya sekedar daging dan tulang, manusia pada dasarnya memiliki otak untuk berpikir, hati untuk memahami perasaan, dan jiwa untuk menyentuh. Atas dasar keberadaan hal ini membuat bagaimana orang-orang yang berada di sekitar kita agar mau membantu kita sebagai seorang manajer untuk mencapai tujuan. Pendekatan psikologis tertentu akan mampu memberdayakan setiap orang untuk mau berkontribusi terhadap tujuan kita.

Ilmu

Ilmu dalam aplikasi kegiatan manajemen tentu memiliki peranan yang penting di samping keberadaan tujuan, orang, dan seni. Tanpa memiliki ilmu, tujuan apapun akan sangat sulit dicapai. Ilmu manajemen ini dapat diadaptasikan dengan berbagai disiplin ilmu lainnya seperti kedokteran, pariwisata, bahasa, desain, dan lain sebagainya. Ilmu pada umumnya dikategorikan sebagai sesuatu yang bersifat teknis, berurutan, terorganisasi. Dalam otak manusia, hal ini diatur dengan menggunakan otak kirinya. Bagi seorang manajer hal ini penting untuk bagaimana mengorganisasikan semua sumber daya yang ia miliki untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Penggunaan fungsi kedua bagian otak secara seimbang sesuai kebutuhan akan membuat seorang manajer tersebut memiliki kecakapan yang akan terus mendekati sempurna.

Seni

Seni memiliki merupakan sesuatu yang bersifat abstrak namun keberadaannya diakui memberikan warna tersendiri dalam hidup kita. Seni yang diaplikasikan terhadap manajemen memiliki pemahaman bahwa setiap orang yang pasti memiliki perasaan berbeda yang setiap waktu dapat berubah, memiliki tujuan yang berbeda, keinginan yang berbeda, cara pandang dan pola pikir yang berbeda, merupakan individu yang memiliki daya potensi untuk melakukan banyak hal. Tidak mudah untu dapat “merangkul”, memotivasi, menggerakkan, dan mengarahkan setiap individu agar mau berkontribusi terhadap tujuan yang kita miliki. Hal ini menjadi seni tersendiri untuk bagaimana memberdayakan mereka. Sadar akan penting nya keberadaan seni sebagai cara dan upaya bagi manajer mencapai tujuan akan membuatnya sangat humanis, bahwa dia dikaruniai otak yang juga memiliki fungsi untuk mengatur semua hal yang berhubungan dengan “rasa”, yaitu otak kanan.

Music-72dpi.jpg

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s